Halaman

Kamis, 01 November 2012

Biografi band Angels and Airwaves



Angels & Airwaves adalah band rock asal Amerika yang dibentuk oleh gitaris/vokalis Blink-182, Tom DeLonge. Supergrup ini juga terdiri dari gitaris David Kennedy (mantan Hazen Street), bassist Matt Wachter (mantan 30 Seconds to Mars), dan drummer Ilan Rubin (mantan Nine Inch Nails). Mantan anggota awal Angles & Airwaves, bassist Ryan Sinn (mantan The Distillers) keluar pada tahun 2007 atas alasan yang tidak diketahui, kemudian disusul drummer Atom Willard (mantan The Offspring) yang keluar secara damai pada musim gugur 2011 setelah menyelesaikan proses produksi album keempat mereka atas alasan perbedaan kreativitas.
Hingga saat ini, Angels & Airwaves telah merilis 4 album studio, yaitu: We Don't Need to Whisper (2006), I-Empire (2007), Love (2010), dan Love: Part Two (2011). Proyek ini juga telah menghasilkan sebuah film dokumenter Start the Machine (2008). Pada tahun 2011, mereka merilis film Love, disutradarai oleh William Eubank, di 460 bioskop di seluruh Amerika Serikat selama event multimedia mereka, Love Live.

Asal mula dan formasi (2004–2005)
Tom DeLonge mulai bekerja dengan material baru selama tour terakhir Blink-182 pada tahun 2004 dan setelah mereka memasuki masa vakum pada Februari 2005. Selama setengah tahun dia bekerja sendiri di studio rumahnya sebelum mulai merekrut musisi-musisi untuk membentuk band. Selama proses memcari bentuk logo band, Tom menyadari jika dia memutar-balik huruf "A" tengah dari singkatan nama band maka akan tampak seperti huruf "V", dan dia mendapatkan nama "AVA" yang sama dengan nama putrinya, Ava DeLonge. Ketika rumor menyebar luas mengenai perpecahan Blink-182, DeLonge memilih untuk menghilang selama setengah tahun dengan menghindari wawancara apapun. Sebaliknya, dia justru berkonsentrasi mengerjakan material barunya. Pada September 2005, dia berbicara ke publik melalui majalah Kerrang!, dimana dia mengungkapkan nama band barunya, "Angels & Airwaves". Band tersebut terdiri dari mantan gitarist Hazen Street dan teman SMA DeLonge, David Kennedy, mantan drummer Rocket from the Crypt, Atom Willard, dan mantan bassist The Distillers, Ryan Sinn. Atom Willard memberitahu majalah Shave bahwa pengalaman yang dimiliki setiap personel membuat pembentukan band ini menjadi sangat mudah. Willard menyatakan, "There’s nobody trying to figure out what is and what isn’t going to work, not just for themselves but for music and for a band, what life’s going to be like on the road and all that kind of stuff. Everybody had enough experience to just buckle down and do the work. It really has made it easier than anything else."
Awal karir dan pembentukan suara (2005–2009)
Segera setelah membentuk band ini, mereka mulai bekerja pada album perdana mereka di studio rumah Delonge di California sejak pertengahan 2005 hingga awal 2006. Angels & Airwaves tidak memiliki pilihan lain selain merilis lagu "The Adventure" sebagai singel pertama mereka setelah seorang penggemar meretas akun email Tom dan mencuri 4 demo dari album tersebut. "The Adventure" segera tersebar ke radio-radio, membuat mereka terpaksa merilisnya oada 18 Mei 2006. Mereka lalu merilis album pertama mereka, We Don't Need to Whisper, beberapa hari kemudian, tepatnya pada 23 Mei 2006. Album tersebut mencapai posisi 4 di Billboard 200 dan mendapat sertifikasi emas oleh RIAA. Singel mereka selanjutnya adalah lagu "The War". Mereka melakukan tour selama tahun 2006 hingga awal 2007 sebelum kemudian kmbali ke studio untuk mengerjakan album kedua mereka.
Pada 23 April 2007, AVA mengumumkan bahwa Ryan Sinn tidak akan tampil pada konser Free Earth Day di kampus MIT karena suatu masalah internal. Mengikuti insiden ini, pada 15 Mei, Sinn memberikan sebuah pengumuman di klub penggemar Army of Angels yang menyatakan bahwa ia “bukan lagi bagian dari Angels & Airwaves.” Matt Wachter, mantan bassist 30 Seconds to Mars, kemudian mengisi posisi bass untuk acara tersebut dan tidak lama setelahnya diumumkan sebagai anggota tetap band.
Album kedua mereka, I-Empire, beserta singel pertamanya, "Everything's Magic", dibocorkan ke internet pada 25 Agustus 2007. Angels & Airwaves mulai meletakkan lagu mereka di profil MySpace mereka pada 28 Agustus 2007. Lagu tersebut juga tersedia di iTunes, dan mencapai posisi 3 di iTunes Rock Chart pada 11 September 2007, sebelum lagu tersebut bahakan mendapatkan pemutaran nasional.
Angels & Airwaves tampil pada setiap konser selama Warped Tour 2008. Mereka juga mengikuti Fall Tour bersama Weezer.
Proyek Love (2009–2011)
Mereka memulai proses produksi album ketiga mereka pada Januari 2009, namun prosesnya berjalan lambat karena terhalang reuni Blink-182. Angels & Airwaves mengambil masa istirahat pada 2009 sementara Tom Delonge kembali dengan Blink-182 untuk sebuah tour. Selama masa istirahat mereka, Atom Willard bergabung dengan Social Distortion sebagai drummer untuk tour, sementara Matt Wachter dan David Kennedy mulai bekerja untuk film mereka. Keteika Delonge dan Willard kembali pada musim gugur, mereka melanjutkan proses produksi album mereka selanjutnya. Love adalah album ketiga mereka yang secara resmi dirilis pada 14 Februari 2010 bertepatan dengan hari Valentine. Fuel TV juga merilis album tersebut untuk anggota Modlife, dengan bonus lagu Hallucinations versi remix Mark Hoppus untuk siapapun yang memberikan donasi ketika mengunduh album tersebut. Album tersebut dirilis secara gratis dikarenakan “corporate underwriting”. Love telah diunduh sebanyak 500.000 kali selama 48 jam pertama sejak album dirilis, membuat album tersebut menjadi most downloaded album sepanjang sejarah. Satu-satunya singel dari album tersebut, "Hallucinations," mulai dapat diunduh secara gratis melalui situs Modlife AVA pada 23 Desember 2009.
Mereka melakukan tour di Amerika Utara, dimulai pada 27 Maret di Anaheim, California dan berakhir pada 30 Mei di Ventura, California. Delonge kemudian segera kembali ke Blink-182 untuk menyiapkan album keenam Blink-182 beserta dengan tour Eropa mereka. Delonge pada awalnya memberitahu bahwa akan ada rencana tour tambahan di Inggris setelah rilis dari film Love pada musim gugur, namun rencana tersebut berubah karena komitmen Delonge dengan Blink-182.[6]
Album kedua dari proyek Love, Love: Part Two, dirilis pada 11 November 2011.[7] Tom menggambarkan bahwa album tersebut lebih baik dari bagian pertama Love. Tom juga mengkonfirmasi bahwa akan ada setbox berisi dua CD album Love dan DVD filmnya.[8] Tour untuk Love: Part Two akan dimulai pada musim semi 2012.
Singel pertama yang dirilis adalah "Anxiety", dan diputar perdana pada 10 Agustus 2011. Video musik untuk "Anxiety" juga dirilis via YouTube pada 11 Agusus 2011.[9]
[sunting]Pergantian Drummer
Pada 4 Oktober mereka mengumumkan melalui halaman Facebook mereka bahwa Atom Willard keluar dari Angels & Airwaves. Atom mengucapkan terima kasih kepada Angels & Airwaves “untuk 6 tahun yang hebat membuat musik bersama” dan sepertinya hal tersebut tidak mengganggu hubungan mereka. Belum ada informasi yang dirilis mengenai drummer baru maupun drummer pengganti sementara sehubungan tour Love: Part Two. Pada 7 Oktober, diumumkan bahwa AVA akan menjadi bagian dari Soundwave Festival di Australia, selama Februari hingga Maret 2012. Pada tanggal 20 Oktober, diumumkan bahwa Ilan Rubin, yang terkenal atas kerjanya bersama Lostprophets dan Nine Inch Nails, akan menjadi drummer baru bagi Angels & Airwaves.

Admin-E
»»  READMORE...

Biografi Koes Plus



Koes Plus adalah grup musik Indonesia yang dibentuk pada tahun 1969 sebagai kelanjutan dari grup Koes Bersaudara. Grup musik yang terkenal pada dasawarsa 1970-an ini sering dianggap sebagai pelopor musik pop dan rock 'n roll di Indonesia. Sampai sekarang, grup musik ini kadang masih tampil di pentas musik membawakan lagu-lagu lama mereka, walaupun hanya tinggal dua anggotanya (Yon dan Murry) yang aktif. Lagu-lagu mereka banyak dibawakan oleh pemusik lain dengan aransemen baru. Sebagai contoh, Lex's Trio membuat album yang khusus menyanyikan ulang lagu-lagu Koes Plus, Cintamu T'lah Berlalu yang dinyanyikan ulang oleh Chrisye, serta Manis dan Sayang yang dibawakan oleh Kahitna.

Kelompok ini dibentuk pada tahun 1969, sebagai kelanjutan dari kelompok “Koes Bersaudara”. Grup yang berasal dari Tuban ini menjadi pelopor musik pop dan rock 'n roll, bahkan pernah dipenjara karena musiknya yang dianggap mewakili aliran politik kapitalis. Di saat itu sedang garang-garangnya gerakan anti kapitalis di Indonesia. Pada Kamis 1 Juli 1965, sepasukan tentara dari Komando Operasi Tertinggi (KOTI) menangkap kakak beradik Tony, Yon, dan Yok Koeswoyo dan mengurung mereka di LP Glodok, kemudian Nomo Koeswoyo atas kesadaran sendiri, datang menyusul. Adik Alm Tony Koeswoyo itu rupanya memilih "mangan ora mangan kumpul" ketimbang berpisah dari saudara-saudara tercinta. Adapun kesalahan mereka adalah karena selalu memainkan lagu - lagu The Beatles yang dianggap meracuni jiwa generasi muda saat itu. Sebuah tuduhan tanpa dasar hukum dan cenderung mengada ada, mereka dianggap memainkan musik "ngak ngek ngok" istilah Pemerintahan berkuasa saat itu, musik yg cenderung imperialisme pro barat.

Dari penjara justru menghasilkan lagu-lagu yang sampai saat sekarang tetap menggetarkan, "Didalam Bui", "jadikan aku dombamu", "to the so called the guilties", dan "balada kamar 15". 29 September 1965, sehari sebelum meletus G 30 S-PKI, mereka dibebaskan tanpa alasan yang jelas.belakangan setelah Peristiwa itu berlalu,Koes Bersaudara yang masih hidup dan menginjak usia tua melakukan testimoni di depan pemirsa acara talkshow KICK ANDY (Metro TV)pada akhir 2008 bahwa di balik penangkapan mereka sebenarnya pemerintahan Soekarno menugaskan mereka dalam sebuah operasi Kontra Intelejen guna mendukung gerakan Ganyang Malaysia.

Dari kelompok Koes Bersaudara ini lahir lagu-lagu yang sangat populer seperti “Bis Sekolah”,“ Di Dalam Bui”, “Telaga Sunyi”, “Laguku Sendiri” dan masih banyak lagi. Satu anggota Koes Bersaudara, Nomo Koeswoyo keluar dan digantikan Murry sebagai drummer. Walaupun penggantian ini awalnya menimbulkan masalah dalam diri salah satu personalnya yakni Yok yang keberatan dengan orang luar. Nama Bersaudara seterusnya diganti dengan Plus, artinya plus orang luar: Murry.

Sebenarnya lagu-lagu Koes Bersaudara lebih bagus dari segi harmonisasi ( seperti lagu “Telaga Sunyi”, “Dewi Rindu” atau “Bis Sekolah”) dibanding lagu-lagu Koes Plus. Saat itu Nomo, selain bermusik juga mempunya pekerjaan sampingan. Sementara Tonny menghendaki totalitas dalam bermusik yang membuat Nomo harus memilih. Akhirnya Koes Bersaudara harus berubah. Kelompok Koes Plus dimotori oleh almarhum Tonny Koeswoyo (anggota tertua dari keluarga Koeswoyo). Koes Plus dan Koes Bersaudara harus dicatat sebagai pelopor musik pop di Indonesia. Sulit dibayangkan sejarah musik pop kita tanpa kehadiran Koes Bersaudara dan Koes Plus.

Tradisi membawakan lagu ciptaan sendiri adalah tradisi yang diciptakan Koes Bersaudara. Kemudian tradisi ini dilanjutkan Koes Plus dengan album serial volume 1, 2 dan seterusnya. Begitu dibentuk, Koes Plus tidak langsung mendapat simpati dari pecinta musik Indonesia. Piringan hitam album pertamanya sempat ditolak beberapa toko kaset. Mereka bahkan mentertawakan lagu “Kelelawar” yang sebenarnya asyik itu.


Kemudian Murry sempat ngambek dan pergi ke Jember sambil membagi-bagikan piringan hitam albumnya secara gratis pada teman-temannya. Dia bekerja di pabrik gula sekalian main band bersama Gombloh dalam grup musik Lemon Trees. Tonny yang kemudian menyusul Murry untuk diajak kembali ke Jakarta. Baru setelah lagu “Kelelawar” diputar di RRI orang lalu mencari-cari album pertama Koes Plus. Beberapa waktu kemudian lewat lagu-lagunya “Derita”, “Kembali ke Jakarta”, “Malam Ini”, “Bunga di Tepi Jalan” hingga lagu “Cinta Buta”, Koes Plus mendominasi musik Indonesia waktu itu.

Dengan adanya tuntutan dari produser perusahaan rekaman maka group-group lain yang “seangkatan” seperti Favourites, Panbers, Mercy's, D'Lloyd menjadikan Koes Plus sebagai “kiblat”, sehingga group-group ini selalu meniru apa yang dilakukan Koes Plus, pembuatan album di luar pop Indonesia, seperti pop melayu dan pop jawa menjadi trend group-group lain setelah Koes Plus mengawalinya. "Seandainya kelompok ini lahir di Inggris atau AS bukan tidak mungkin akan menggeser popularitas Beatles" “Lagu Nusantara I” (Volume 5), “Oh Kasihku” (Volume 6), “Mari-Mari” (Volume 7), “Diana” dan “Kolam Susu” ( Volume 8) merajai musik pop waktu itu. Puncak kejayaan Koes Plus terjadi ketika mereka mengeluarkan album Volume 9 dengan lagu yang sangat terkenal “Muda-Mudi” (yang diciptakan Koeswoyo, bapak dari Tonny, Yon dan Yok).

Disusul lagu “Bujangan” dan “Kapan-Kapan” dari volume 10. Masih berlanjut dengan lagu “Nusantara V” dari album Volume 11 dan “Cinta Buta” dari album Volume 12.
Bersamaan dengan itu Koes Plus juga mengeluarkan album pop Jawa dengan lagu yang dikenal dari tukang becak, ibu-ibu rumah tangga, hinga anak-anak muda, yaitu “Tul Jaenak” dan “Ojo Nelongso”. Belum lagi lagu mereka yang berirama melayu seperti “Mengapa”, “Cinta Mulia” dan lagu keroncongnya yang berjudul “Penyanyi Tua”. Sayang sekali di setiap album yang mereka keluarkan tidak ada dokumentasi bulan dan tahun, sehingga susah melacak album tertentu dikeluarkan tahun berapa. Bahkan tidak ada juga kata-kata pengantar lainnya. Album mereka baru direkam secara teratur mulai volume VIII setelah ditandatangani kontrak dengan Remaco. Sebelumnya perusahaan yang merekam album-album mereka adalah “Dimita”.

Pada tahun 1972-1976 udara Indonesia benar-benar dipenuhi oleh lagu-lagu Koes Plus. Baik radio atau orang pesta selalu mengumandangkan lagu Koes Plus. Barangkali tidak ada orang-orang Indonesia yang waktu itu masih berusia remaja yang tidak mengenal Koes Plus. Kapan Koes Plus mengeluarkan album baru selalu ditunggu-tunggu pecinta Koes Plus dan masyarakat umum. Tahun 1972 Koes Plus sempat menjadi band terbaik dalam Jambore Band di Senayan. Semua peserta menyanyikan lagu Barat berbahasa Inggris. Hanya Koes Plus yang berani tampil beda dengan menyanyikan lagu “Derita” dan “Manis dan Sayang”.

Dari informasi yang dikirim seorang penggemar Koes Plus, ternyata prestasi Koes Plus memang luar biasa. Pada tahun 1974 Koes Plus mengeluarkan 22 album, yaitu terdiri dari album lagu-lagu baru dan album-album "the best" termasuk album-album instrumentalia, yang dibuat dari instrument asli Koes Plus atau rekaman "master" yang kemudian diisi oleh permainan saxophone Albert Sumlang, seorang pemain dari group the Mercy's. Jadi rata-rata mereka mengeluarkan 2 album dalam satu bulan. Tahun 1975 ada 6 album. Kemudian tahun 1976 mereka mengeluarkan 10 album. Mungkin rekor ini pantas dicatat di dalam Guinness Book of Record. Dan hebatnya, lagu-lagu mereka bukan lagu ‘asal jadi’, tetapi memang hampir semua enak didengar. Bukti ini merupakan jawaban yang mujarab karena banyak yang mengkritik lagu-lagu Koes Plus cuma mengandalkan “tiga jurus”: kunci C-F-G.

Karena banyak jasanya dalam pengembangan musik, masyarakat memberikan tanda penghargaan terhadap prestasinya menjadi kelompok legendaris dengan diberikannya tanda penghargaan melalui "Legend Basf Award, tahun 1992.Prestasi yang dimiliki disamping masa pengabdiannya dibidang seni cukup lama, produk hasil ciptaan lagunya pun juga memadai karena sejak tahun 1960 sampai sekarang berhasil menciptakan 953 lagu yang terhimpun dalam 89 album. Prestasi hasil ciptaan lagu untuk periode kelompok Koes Bersaudara sebanyak 203 lagu (dalam 17 album),sedang untuk periode kelompok Koes Plus sebanyak 750 lagu dalam 72 album (Kompas,13 September 2001).

Salah satu anggota Koes Plus mengatakan bahwa mereka dibayar sangat mahal pada masa jayanya. Yon mengungkapkan bahwa pada tahun 1975 mereka manggung di Semarang. "Waktu itu pada tahun 1975, kami telah dibayar Rp 3 juta saat pentas di Semarang," kenang dia. Padahal, saat itu harga sebuah mobil Corona tahun 1975 kira-kira Rp 3,750 juta. Bila dikurs saat ini bayaran tersebut kurang lebih sama dengan Rp 150 juta.(Suara Merdeka, 4 Mei 2001)

Waktu itu, Rp 3,5 juta sangat tinggi, mengingat mobil sedan baru Rp 3 juta. Jika dikurskan dengan nilai uang sekarang, jumlah itu sama dengan Rp 200 juta sampai Rp 300 juta. Jumlah penonton melimpah ruah tidak seperti sekarang, kenang Yon. (Suara Merdeka, 23 Oktober 2001). Setelah itu popularitas Koes Plus mulai redup. Mungkin karena generasi sudah berganti dan selera musiknya berubah. Koes Plus vakum sementara dan Nomo masuk lagi menggantikan Murry, sekitar akhir 1976-an. Koes Bersaudara terbentuk lagi dan langsung ngetop dengan lagunya “Kembali” yang keluar tahun 1977. Murry bersama groupnya Murry's Group juga cukup menggebrak dengan lagunya “Mamiku-papiku”. Tidak bertahan lama tahun 1978 kembali terbentuk Koes Plus. Lagu barunya, “Pilih Satu” juga langsung populer. Setelah itu keluar lagu “Cinta”, dengan aransemen orchestra, yang benar-benar berbeda dengan lagu Koes Plus yang lain. Kemudian populer juga album melayu mereka yang memuat lagu “Cubit-Cubitan” dan “Panah Asmara”. Tetapi Koes Plus generasi ini tidak lagi sepopuler sebelumnya. Walaupun, kalau disimak lagu-lagu yang lahir setelah 1978, masih banyak lagu mereka yang bagus.

Nasib Koes Plus kini sangat tragis. Seperti kata Yon suatu ketika bahwa Koes Plus hanya besar namanya tetapi tidak punya apa-apa. Ucapan ini memang pas untuk mewakili keadaan personel Koes Plus. Mereka tidak mendapatkan uang dari hasil penjualan kaset yang berisi lagu-lagu lama mereka. Tidak seperti para penyanyi/pemusik masa kini yang gaya hidupnya “wah” karena dari segi finansial pendapatannya sebagai penyanyi/pemusik cukup terjamin. Begitu juga bekas group-group tersohor seperti Beatles, atau Led Zeppelin, mereka hidup dengan enak hanya dari royalti kaset/VCD/CD/DVD yang mereka hasilkan. Sampai anak-anak dan istri mereka pun menikmati kelimpahan finansial ini. Koes Plus hanya dibayar sekali untuk setiap album yang dihasilkan. Tidak ada royalti, tidak ada tambahan fee untuk setiap CD/kaset yang terjual. Maka tidak heran ketika tahun 1992 Yon harus jualan batu akik untuk menghidupi rumah tangganya. Sementara kaset dan CD lagunya masih laris terjual di Indonesia. Sekarang pun di usianya yang ke-63 Yon dan kawan-kawan (Murry beberapa kali tidak tampil karena sakit) membawa nama Koes Plus harus manggung untuk mendapatkan uang. Dengan sisa-sisa suara dan kekuatannya mereka harus menjual suara dan tenaganya. Yon memang tidak merasakan ini sebagai beban. Dia bersyukur lagunya masih dicintai orang. Tetapi kita prihatin mendengar kabar seperti ini.


Karya dari Tahun Ke tahun :

1969
Koes Plus Dheg-dheg Plas (Melody. LP-23)

1970
Natal bersama Koes Plus (EP) (mesra. EP-97)
Koes Plus Volume 2 (Mesra. LP-44)

1971
Koes Plus Volume 3 (Mesra. LP-48)

1972
Koes Plus Volume 4 Bunga Di Tepi Jalan (Mesra. LP-50)
Koes Plus Volume 5 (Mesra. LP-51)

1973
Koes Plus Volume 6 (Mesra. LP-60)
Koes Plus Volume 7 (Mesra. LP-65)
Koes Plus Volume 8 (Remaco. RLL-187)
Koes Plus Volume 9 (Remaco. RLL-208)
Christmas Song (Remaco. RLL-210)

1974
Koes Plus Volume 10 (Remaco. RLL-209)
Koes Plus Volume 11 (Remaco. RLL-301)
Koes Plus Volume 12 (Remaco. RLL-302)
Koes Plus Qasidah Volume 1 (Remaco. RLL-341)
Natal bersama Koes Plus (LP) (Remaco. RLL-342)
Koes Plus The Best Of Koes
Koes Plus Pop Anak-Anak Volume 1 (Remaco. RLL-306)
Koes Plus Another Song For You (Remaco. RLL-348)
Koes Plus Pop Melayu Volume 1 (Remaco. RLL-314)
Koes Plus Pop Melayu Volume 2 (Remaco. RLL-347)
Koes Plus Pop Jawa Volume 1 (Remaco. RLL-248)
Koes Plus Pop Jawa Volume 2 (Remaco. RLL-311)
Koes Plus Pop Keroncong Volume 1 (Remaco. RLL-299)
Koes Plus Pop Keroncong Volume 2 (Remaco. RLL-300)
Koes Plus Volume 8 (Instrumental)
Koes Plus Volume 9 (Instrumental)
Koes Plus Volume 10 (Instrumental)
Koes Plus Volume 11 (Instrumental)
Koes Plus The Best Of Koes (Instrumental)
Koes Plus Pop Jawa Vol 1 (Instrumental)
Koes Plus Pop Jawa Vol 2 (Instrumental)
Koes Plus Pop Melayu Volume 1 (Instrumental)
Koes Plus Pop Keroncong Volume 1 (Intrumental)

1975
Koes Plus Volume 13 (Remaco. RLL-303)
Koes Plus Volume 14 (Remaco. RLL-631)
Koes Plus Selalu Dihatiku (Remaco. RLL-468)
Koes Plus Pop Anak-Anak Volume 2 (Remaco. RLL-448)
Koes Plus Pop Melayu Volume 3 (Remaco. RLL-390)
Koes Plus Pop Jawa Volume 3
Koes Plus Pop Melayu Volume 2 (Instrumental)

1976
Koes Plus In Concert (Remaco. RLL-635)
Koes Plus History Of Koes Brothers (Remaco. RLL-715)
Koes Plus In Hard Beat Volume 1 (Remaco. RLL-717)
Koes Plus In Hard Beat Volume 2 (Remaco. RLL-768)
Koes Plus In Folk Song Volume 1 (Remaco. RLL-)
Koes Plus Pop Melayu Volume 4 (Remaco. RLL-730)
Koes Plus Pop Keroncong Volume 3 (Remaco. RLL-388)
Koes Plus Pop Jawa Melayu (Remaco. RLL-633)
Koes Plus Volume 12 (Instrumental)

1977
Koes Plus Pop Jawa Volume 4

1978
Koes Plus 78 Bersama Lagi (Purnama. PLL-2061)
Koes Plus 78 Melati Biru (Purnama. PLL-2077)
Koes Plus 78 Pop Melayu Cubit-Cubitan (Purnama. PLL-3055)

1979
Koes Plus 79 Melepas Kerinduan (Purnama. PLL-323)
Koes Plus 79 Berjumpa Lagi (Purnama. PLL-3040)
Koes Plus 79 Aku Dan Kekasihku (Purnama. PLL-4022)
Koes Plus 79 Pop Melayu Angin Bertiup (Purnama. PLL-4009)

1980
Koes Plus 80 Jeritan Hati (Remaco. PLL-4044)

1981
Koes Plus 81 Sederhana Bersamamu (Purnama. PLL-5091)
Koes Plus 81 Asmara
Koes Plus Medley 13 Th Karya Koes Plus
Koes Plus 81 Pop Melayu Oke Boss
Koes Plus Medley Dangdut 13 Th Karya Koes Plus

1982
Koes Plus 82 Koperasi Nusantara
Koes Plus 81 Pop Keroncong

1983
Koes Plus 83 Da da da
Koes Plus Re-Arrange I & II

1984
Koes Plus 84 Angin Senja & Geladak Hitam
Koes Plus 84 Palapa
Memble
Koes Plus Album Nostalgia Platinum 1
Koes Plus Album Nostalgia Platinum 2
Koes Plus Album Nostalgia Platinum (Intrumental)

1985
Koes Plus 85 Senja Kelabu

1987
Koes Plus 87 Cinta Di Balik Kota
Koes Plus 87 Lembah Derita
Milik Illahi

Admin-E

»»  READMORE...

Biografi Bondan Prakoso



Bondan Prakoso dilahirkan pada tanggal 8 Mei 1984, dia adalah pemusik Indonesia yang mengawali karier bermusik sebagai penyanyi cilik pada tahun 80-an. Berkat album Si Lumba-lumba namanya melambung. Kini Bondan Prakoso dikenal sebagai personil dari band Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Bondan Prakoso adalah anak kedua dari tiga bersaudara pasangan dari Lili Yulianingsih dan Sisco Batara ini mengawali kariernya sebagai penyanyi cilik di era 80-an hingga awal tahun 90-an. Album perdananya yang bertitel Si Lumba-Lumba sukses dipasaran dan mencuatkan namanya. Alumni D3 Sastra Belanda Universitas Indonesia ini memulai karier remaja dan dewasanya saat membentuk band Funky Kopral ditahun 1999 hingga tahun 2002. sebagai bassist, hingga merilis 3 buah album. Bahkan album kedua band ini diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2001 untuk kategori Group Alternatif Terbaik.

Pada awal tahun 2002, Bondan Prakoso yang juga dikenal oleh publik sebagai pemain bass berbakat besar, yang juga mantan pemain bass di sebuah band bernama Stream Funk Funky Kopral, dan Tito alias Titz yang dikenal sebagai rapper dan kelompok disebut Fade2Black, sering berbagi pemikiran dan ide untuk satu sama lain tentang musik. Mereka berdua datang dari latar belakang yang berbeda dari musik, Bondan Prakoso lebih mungkin di Funk dan musik Rock dan Titz dalam Rap / Hiphop. Pasangan ini kampus 2 dari Fakultas Budaya dan Humaniora, deepin 'dalam literatur Belanda, adalah Perguruan Tinggi teman di Universitas Indonesia, Depok.

Ditahun 2003, Funky Kopral merilis album ketiga mereka dengan kolaborasi bersama Setiawan Djodi dengan hits singel Tokek dan lagi-lagi diganjar penghargaan AMI Sharp Awards ditahun 2003 untuk kategori Kolaborasi Rock Terbaik. Sayang, setelah album ketiga dirilis, ia mengundurkan diri dari Funky Kopral, Bondan Prakoso memutuskan untuk melangkah lebih jauh saat ia memutuskan untuk pensiun dari mantan band mereka, Funky Kopral.

Pada tahun 2004 adalah tahun dimana Bondan datang dengan sebuah ide untuk menggabungkan berbagai jenis musik dan menggabungkan mereka dalam bentuk paket baru musik, seperti pada pertengahan tahun, ia telah meminta Titz untuk bergabung dalam proyek musik. Titz berpikir bahwa akan lebih kuat dengan kelompoknya bergabung masuk Situasi ini semakin varietas lebih banyak dan lebih berwarna sebagai Bondan disetujui untuk melibatkan grup ini Hiphop dari Bogor, Fade2Black, dalam proyek ini. Alih-alih hanya 1 rapper, proyek musik ini menggabungkan 3 rapper, Titz, Santoz dan Lezzano. Bondan & Fade2Black di tahun 2004, mereka mulai melangkah lebih jauh dengan proyek ini dan berbagai jenis musik sedikit pun diciptakan sentuhan Rap, Rock, Funk sebagai elemen. Bondan Prakoso bertanggung jawab untuk instrumen musik, looping, dan mengatur, sedangkan Fade2Black mendapatkan lebih dekat dengan liriknya.


Proses ini hanya membutuhkan waktu 4 bulan untuk menyelesaikan dan pada bulan Agustus 2005, album 1 mereka dengan judul "RESPECT" dirilis di bawah SONY BMG Music Indonesia. Sejak itu, album yang berisi tidak hanya 1 jenis musik, tetapi banyak jenis musik dengan rap sebagai vokal dasar, oleh TITZ, Santoz LEZZANO, sementara di lagu-lagu lain juga bergabung Bondan pada vokal dalam bernyanyi. Dengan sepotong seni, mereka berhasil kontribusi yang diterima dan penghargaan, seperti:
MTV Indonesia artis Eksklusif pada bulan November 2005
MTV Advance Peringatan penghargaan pada bulan November 2005
Penghargaan Musik Indonesia (AMI) 2006, sebagai produksi album Rap terbaik.
Sebelumnya, ditahun 2006 Bondan bersama 12 orang pemain bass dari berbagai band di Indonesia seperti Thomas "GIGI", Rindra "Padi", Bongky "BIP", Adam Sheila on 7 dan bassis Indonesia lainnya diganjar penghargaan oleh MURI untuk penghargaan Penampilan Bassis terbanyak dalam satu panggung.

Dan pada tahun 2008, mereka siap untuk memecahkan Industri Musik Indonesia dengan lebih keras, impulsif, bentuk-bentuk inovatif dari musik. Dengan terbaru album baru mereka, bernama UNITY, dan dengan terobosan hit single, keroncong Protol. Dengan debut baru dari album kedua mereka, mereka telah memenangkan Award 2008 Musik Indonesia (AMI) untuk kedua kalinya berturut-turut untuk Produksi Rap album terbaik.

Pada tanggal 17 Desember 2007, Bondan menikahi kekasihnya yang bernama Margareth atau yang akrab disapa Margie yang bertempat di Restoran Cibintung, Ciputat, Tangerang, dengan mas kawin berupa seperangkat alat salat dan 17 gram emas. Dan dikaruniai seorang putri yang bernama Kara Anabelle Prakoso.

Pada tahun 2010, mereka kembali dengan album ke-3 mereka , "FOR ALL". Menekan kembali industri musik lokal dengan hits single 'Ya Sudahlah'.

Admin-D
»»  READMORE...

Biografi Bruno Mars




Terlahir dngan nama Peter Gene Hernandez atau lebih di kenal dengan nama Bruno Mars (lahir 8 Oktober 1985; umur 25 tahun) adalah penyanyi Pop, Hip-Hop, Soul, R&B dan pencipta lagu California, Amerika Serikat kelahiran Hawaii. Ia mulai terkenal saat berduet dengan B.o.B dalam lagu “Nothin’ On You dan saat merilis singlenya “Just The Way You Are”. Jangan sangsikan musikalitasnya, karena dia juga berasal dari keluarga yang gemar seni, khususnya musik. Ayahnya, Pete, seorang New Yorker, adalah pemain perkusi. Ibunya, Bernie, berdarah Filipina keturunan “Puerto Rico”, adalah seorang penari hula.

Pete dan Bernie memiliki 6 orang anak dan mengenalkan mereka pada berbagai jenis musik, reggae, rock, hip hop, dan R&B. Khusus untuk anaknya yang bernama Peter Gene Hernandez, Pete memanggilnya dengan nama Bruno, berhubung saat berusia 2 tahun, sang bayi bertubuh gempal, mirip dengan pegulat terkenal zaman itu, Bruno Sammartino. Nama itu yang kemudian dipilihnya sebagai nama panggungnya. Dan ketika memikirkan nama belakang untuk Bruno, dia langsung teringat akan para gadis yang menyebutkan dirinya bukan berasal dari bumi, yang lantas membuatnya terpikir akan Mars. Dan jadilah, Peter Gene Hernandez menjadi Bruno Mars, seperti yang kita kenal sekarang. Dia kelahiran 8 Oktober 1985. Dan dalam 25 tahun kehidupannya, hampir apa saja sudah dilakukannya dalam rangka mengasah kemampuan bermusiknya. Dari usia muda, dia sudah tampil meniru dan menyanyikan lagu-lagu Michael Jackson, Elvis Presley, The Isley Brothers, dan The Temptations. Saat usia sekolah, dia memperdalam kegemarannya terhadap Elvis, sekaligus memperluas pengetahuan musiknya lewat Prince dan The Police.


Usai menyelesaikan sekolahnya, dirinya pun hijrah ke Los Angeles untuk mewujudkan American Dream-nya. Dan Dewi Fortuna berpihak padanya, saat tahun 2006 lalu dirinya berkenalan dengan Aaron Bay Schuck, yang kemudian menjadi manajernya dan menawari kontrak di bawah nauangan “Atlantic Records”. Bruno Mars berada dalam jalur yang tepat menuju kesuksesan! Apa yang harus ia lakukan sebagai langkah awal mencapai cita-citanya dalam industri ini? Tidak serta merta menjadi penyanyi, Bruno memulai dengan menulis lagu untuk penyanyi lain. Di muncul di credit untuk album Alexandra Burke (’Perfect’ from “Overcome”), Travie McCoy (”We’ll Be Alright’ from “Lazarus”), Brandy (’Long Distance’ from “Human”), empat buah lagu untuk album “Tomorrow” milik Sean Kingston, juga mega hit Right Round dari album “ROOTS” oleh Flo Rida. He’s the bomb. Dan kalau itu semua belum cukup, dirinya juga menyumbangkan karyanya untuk album Sugababes yang berjudul “Sweet 7″, adalah single “Get Sexy” yang merupakan karya terakhir girlband tersebut dengan seorang original member di dalamnya, “Keisha Buchanan”. Bruno pun mulai menjalal kemampuan vokalnya dengan menyediakan vokal latar di lagu tersebut. Selain itu, bersama “Philip Lawrence” dan “Ari Levine” dibentuklah trio “The Smeezingtons” yang memproduseri sebagian besar dari karya tulis Bruno.

Semakin PD dengan kemampuannya di balik layar, mengapa tidak muncul sebagai vokal tamu. Maka dimulailah kemunculan nama Bruno Mars sebagai guest appearance untuk album “Far East Movement” “Animal” di lagu ‘3D’, dan juga debut “Jaeson Ma” ‘Love’. Menang, ini masih kurang mengangkat kepopuleran Bruno ke permukaan, tapi selanjutnya, tidak ada yang bisa menghentikannya. Kita pertama tau dirinya dan vokalnya yang kuat dan seksi dari single nomor 1 “B.o.B”, Nothin’ On You juga solo debut Travie McCoy ‘Billionaire’. Kita dibuat lebih tertarik padanya ketimbang pada penyaji utama kedua single tersebut. Dan ini semua cukup untuk menjadi landasan yang kuat untuk tampil sendiri. Just The Way You Are pun diluncurkan pada pertengahan tahun lalu. Dan hasilnya bigger than ever. Jadi juara di berbagai tangga lagu di berbagai belahan dunia. Lagu ini memiliki chorus yang dahsyat, melodi dan lirik yang memorable, dan menampilkan yang terbaik dari Bruno Mars. “”He’s on the way to top and there’s no sign of stopping!””


Untuk Grammy Awards tahun ini, kita dibuat tercengang dengan munculnya Bruno Mars dalam 6 kategori. “Best Rap Song, Best Rap/Sung Collaboration”, dan “Record Of The Year” untuk ‘Nothin’ On You’, “Record Of The Year” dan “Song Of The Year” untuk ‘F–k You’ yang dinyanyikan oleh Cee-Lo Green, “Best Male Pop Vocal Performance” untuk Just The Way You Are, dan “Producer Of The Year Non-classical” untuk trio The Smeezingtons. Ini bisa jadi menambah koleksi penghargaan yang diraihnya, setelah sebelumnya menyabet Soul Train Music Awards. Album debutnya “Doo-wops & Hooligans” yang berisi 12 track pun dirilis pada akhir Januari 2011 ini di Indonesia. Dan dalam menyambut kemeriahana tas kesuksesan pria seksi 25 tahun ini, CreativeDisc memilihnya sebagai sorotan selama sebulan penuh dalam Artist Of The Month! Single keduanya “Grenade” pun enggak kalah sukses. Jadi nomor 1 di berbagai tangga lagu di berbagai negara di Eropa, Australia, Asia, dan Amerika. We don’t have to think too much of where that voice coming from, cause we’re here to enjoy the month of love with his singing! It’s Bruno Mars!!!


Admin-I
»»  READMORE...

Biografi Gesang



Gesang atau lengkapnya Gesang Martohartono (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 1 Oktober 1917 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 20 Mei 2010 pada umur 92 tahun) adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Dikenal sebagai "maestro keroncong Indonesia," ia terkenal lewat lagu Bengawan Solo ciptaannya, yang terkenal di Asia, terutama di Indonesia dan Jepang. Lagu 'Bengawan Solo' ciptaannya telah diterjemahkan kedalam, setidaknya, 13 bahasa (termasuk bahasa Inggris, bahasa Tionghoa, dan bahasa Jepang)


Gesang tinggal di di Jalan Bedoyo Nomor 5 Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo bersama keponakan dan keluarganya, setelah sebelumnya tinggal di rumahnya Perumnas Palur pemberian Gubernur Jawa Tengah tahun 1980 selama 20 tahun. Ia telah berpisah dengan istrinya tahun 1962. Selepasnya, memilih untuk hidup sendiri. Ia tak mempunyai anak.

Gesang pada awalnya bukanlah seorang pencipta lagu. Dulu, ia hanya seorang penyanyi lagu-lagu keroncong untuk acara dan pesta kecil-kecilan saja di kota Solo. Ia juga pernah menciptakan beberapa lagu, seperti; Keroncong Roda Dunia, Keroncong si Piatu, dan Sapu Tangan, pada masa perang dunia II. Sayangnya, ketiga lagu ini kurang mendapat sambutan dari masyarakat.

Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya terhadap perkembangan musik keroncong, pada tahun 1983 Jepang mendirikan Taman Gesang di dekat Bengawan Solo. Pengelolaan taman ini didanai oleh Dana Gesang, sebuah lembaga yang didirikan untuk Gesang di Jepang.

Tahun 2007, Gesdang dirawat di rumah sakit PKU Solo dan menjalani operasi prostat. Di Januari 2010, Gesang masuk rumah sakit kembali, tak lama kemudian Gesang pulang.

Selanjutnya, Gesang masuk rumah sakit Rabu 13 Mei karena gangguan pernafasan dan infeksi kandungan kemih. Minggu, 16 Mei Gesang masuk ICU RSU Solo karena mengalami penurunan tekanan darah. Selasa, 18 Mei Gesang digosipkan meninggal dunia, akan tetapi kabar tersebut ternyata salah.

Lagu-lagu ciptaan Gesang

* Bengawan Solo
* Jembatan Merah
* Pamitan (versi bahasa Indonesia dipopulerkan oleh Broery Pesulima)
* Caping Gunung
* Ali-ali
* Andheng-andheng
* Luntur
* Dongengan
* Saputangan
* Dunia Berdamai
* Si Piatu
* Nusul
* Nawala
* Roda Dunia
* Tembok Besar
* Seto Ohashi
* Pandanwangi
* Impenku
* Kalung Mutiara
* Pemuda Dewasa
* Borobudur
* Tirtonadi
* Sandhang Pangan
* Kacu-kacu


Admin E
»»  READMORE...

Selasa, 23 Oktober 2012

Biografi Michael Jackson



Michael Joseph Jackson atau lebih dikenal dengan nama Michael Jackson, lahir di Gary, Indiana, Amerika, 29 Agustus 1958. Selain dikenal sebagai penyanyi R&B, penulis lagu dan juga aktor, Jacko juga menjadi 'icon' break dance dunia yang memiliki gaya dan dandanan khas. Anak ke 7 dari 9 bersaudara,dari pasangan Joseph Walter dan Katherine Esther. Sejak kecil mendapatkan perlakuan dan pelecehan dari sang ayah. tahun 1975 memulai karier musik lewat grup vokal JAKSON 5, dengan empat saudara kandungnya. 1976 jakson 5 berubah nama menjadi The jakson dan membuat enam album.


Perjalanan hidup Jacko yang penuh kontroversial juga membawa dirinya begitu populer. Jacko adalah pria penuh masalah dan berulang kali menghadapi tuntutan pengadilan. Di antaranya tuntutan telah melakukan aktivitas seks menyimpang dengan anak-anak, meski kemudian hal itu tidak terbukti.

Masa Keemasan

Jackson meluncurkan “Thriller” pada 1982, yang menjadi album mengejutkan karena tujuh dari lagunya menduduki sepuluh lagu terpopuler di AS. Album ini terjual 21 juta kopi di AS dan sekurang-kurangnya 27 juta di seluruh dunia. Tahun berikutnya, dia mematenkan gerak tari ala jalan di bulan (moonwalk) saat membawakan lagu “Billie Jean” dalam pentas istimewa NBC. Rekor penjualan album lagu Michael Jackson yang dipercaya mencapai 750 juta kopi, ditambah 13 Anugerah Grammy yang dia terima, menjadikannya sebagai salah seorang entertainer paling sukses sepanjang masa.


Pada 1993, Jackson dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap seorang bocah laki-laki berusia 13 tahun, dimana polisi kemudian menggeledah rumah peristirahatannya “Neverland” di California. Tahun yang sama, Jackson mengumumkan bahwa dia kecanduan obat penenang dan membatalkan tur dunianya dalam rangka mempromosikan albumnya, “Dangerous.” Dia mencapai kesepakatan untuk membayar kompensasi pada 1994 yang dilaporkan bernilai 23 juta dolar AS, kepada keluarga anak korban pelecehan seksual tersebut.


Pada 1994,


Jackson menikahi anak satu-satunya Elvis Presley, Lisa Marie, namun pernikahan ini berakhir dengan perceraian pada 1996. Jackson menikahi Debbie Rowe di tahun yang sama dan dikaruniai dua anak sebelum kemudian bercerai pada 1999. Ironisnya pasangan ini tidak pernah tinggal bersama.

Jackson mempunyai tiga anak bernama Prince Michael I, Paris Michael dan Prince Michael II, yang terakhir ini dikenalkan kepada publik oleh sang ayah dengan dianggkat dari loteng hingga mendatangkan kritik luas masyarakat.

Kontroversi:

Satu tayangan dokumenter televisi “Living with Michael Jackson” diudarakan pada 2003, yang menyatakan bahwa Jackson masih suka tidur bersama bocah laki-laki dan bahwa ibu dari anak terakhirnya seorang wanita misterius. Jackson kemudian menjawab video dokumenter ini dengan meluncurkan film dokumenter tandingan. Jackson disidangkan pada 2005 dengan tuduhan melecehkan anak laki-laki berusia 13 tahun pada 2003, disamping dituduh bersekongkol menculik anak itu. Penyanyi ini diancam hukuman penjara 20 tahun jika terbukti bersalah.

Peradilan selama empat bulan berakhir pada Juni 2005 dimana dia dibebaskan dari semua dakwaan. Jackson kemudian hidup berpindah-pindah di Bahrain, Irlandia dan Prancis semenjak kasus pelecehan seks itu berakhir.


Jacko bermaksud kembali menggelar konsernya. Rencana comeback ini akan dimulai dengan konser 30 hari di arena O2 London, Inggris. Rencana Jacko untuk menggelar konsernya terpaksa harus kandas. Kamis, 25 Juni 2009, Jacko menghembuskan nafasnya yang terakhir karena serangan jantung yang fatal.

Sebelumnya, Raja Pop ini sempat tak sadarkan diri di mansionnya di kawasan Holmby Hills, Los Angeles. Segera ia dilarikan ke rumah sakit. Petugas medis berupaya keras memberikan pertolongan dan berusaha agar ia tetap hidup. Mereka melakukan berbagai bantuan pernafasan, namun sayangnya Michael tidak beraksi sama sekali. Jacko meninggal di usia ke-50 dengan ditemani para anggota keluarga termasuk ibu dan saudara laki-lakinya yang terus berada di samping tempat tidurnya.

Michael meninggalkan tiga orang anak, Prince Michael (12), Paris (10), dan Prince Michael II (10).


Admin E
»»  READMORE...

Biografi Tom DeLonge


Thomas Matthew "Tom" DeLonge, Jr (lahir 13 Desember 1975) adalah seorang musisi rock Amerika.Dia adalah gitaris dan salah satu dari dua vokalis dari American punk rock band Blink 182 serta gitaris dan vokalis dari alternatif band Angels & Airwaves.Ia juga penyanyi dan memimpin gitaris untuk post-hardcore band Box Car Racer.
Tom DeLonge dibesarkan oleh ibunya,Connie, dan ayahnya, Thomas Sr, di Poway, California.Dia memiliki kakak laki-laki,Shon dan adik perempuan,Kari.Ia bermain gitar untuk pertama kalinya di rumah temannya ketika sore,sambil mendengarkan Bad Religion.DeLonge mendapat gitar pertamanya sewaktu SMA sebagai hadiah ulang tahun ke-15.DeLonge menghabiskan banyak waktu untuk mencoba belajar lagu-lagu Descendents.DeLonge diusir dari Poway High School selama tahun pertamanya (1991) setelah tertangkap minum di sebuah pertandingan basket sekolah.Dia kemudian masuk ke Rancho Bernardo High School untuk sisa tahun SMA-nya.Ketika ia kembali ke Poway High School selama tahun senior, para siswa memilih Homecoming King-nya,meskipun fakta bahwa ia membantah bahkan pada surat suara.DeLonge lulus SMA pada tahun 1993.
Menjadi seorang musisi bukan cita-cita pertamanya."Saya awalnya akan menjadi petugas pemadam kebakaran.Saya ingin mengikuti San Diego Cadet Program",ujar DeLonge.Salah satu upaya musikal pertamanya DeLonge adalah Big Oily Men,sebuah band yang ia adalah member konstan.
Ketika ia mulai menghadiri Rancho Bernardo High School pada awal tahun 1992, ia berteman dengan seorang siswi Anne Hoppus,yang menjadi teman selama musim panas tahun 1992.Ketika DeLonge menyatakan keinginannya untuk berada di sebuah band padanya,Anne memperkenalkan kakaknya Mark Hoppus pada bulan Agustus 1992.Untuk mengesankan DeLonge,Hoppus naik ke puncak lampu jalan di rumah DeLonge.Namun,ia patah kedua pergelangan kaki dalam perjalanan ke bawah,sehingga berada di crutches untuk beberapa minggu ke depan.DeLonge merekrut teman lama Scott Raynor dari hari-harinya di Poway menjadi drummer untuk band baru.Awalnya bernama Duck Tape sampai DeLonge berganti nama band menjadi Blink
Blink merilis berbagai demo di tahun 1993 dan menarik perhatian perusahaan rekaman musik lokal San Diego Cargo,di mana mereka menandatangani kontrak dan merekam album debut Cheshire Cat pada Februari 1994. Band ini diam-diam memperoleh kesuksesan dalam Southern California,seluruh tur 1995 dan 1996 dalam van mereka sendiri.Band ini diancam dengan tindakan hukum oleh Irlandia pop band dari nama yang sama pada tahun 1994,dan untuk menghindari sengketa hukum,band ini ditambahkan "182" di akhir nama mereka yang menjelaskan jarak antara rumah Delonge dan pacarnya,yaitu 182.
Band ini pindah ke Encinitas,California pada tahun 1996,di mana mereka akan merekam album kedua mereka Dude Ranch dengan produser Mark Trombino.Blink 182 merekam album di bawah Cargo Records,tapi menandatangani kontrak dengan MCA pada tahun 1998 dalam rangka untuk menangani peningkata distribusi. Album ini dirilis pada tahun 1997 dan relatif sukses secara komersial,menjual 1,5 juta kopi di seluruh dunia. Single "Dammit" mendapatkan charts yang baik pada AS modern rock,dan band ini menerima gelar kecil kesuksesan mainstream
Hoppus dan DeLonge mengeluarkan Raynor dari band ketika tur AS pada tahun 1998 setelah masalah minum menjadi terlalu umum.Hoppus dan DeLonge mengajak drummer Travis Barker dari  The Aquabats untuk mengisi Raynor untuk sisa tur.Dan, setelah terkesan dengan Barker,mereka  memintanya untuk bergabung dengan band.
Band ini merilis album terobosan mereka Enema of the State pada bulan Juni 1999 untuk sukses komersial, didorong oleh single sukses "What's My Age Again","All tha Small Things",dan "Adam's Song".Setelah merilis album live Mark , Tom, dan Travis Show (The Enema Strikes Back!) pada bulan November 2000, band ini masuk studio dan merekam album studio keempat mereka Take Off Your Pants and Jackets,dirilis pada bulan Juni 2001.Album ini melanjutkan kesuksesan komersial band dan popularitas.
Setelah perform dengan Box Car Racer tahun 2002, DeLonge dan Barker kembali bergabung dengan band untuk merekam eponymous kelima album studio mereka,dirilis pada bulan November 2003.Album ini melanjutkan sukses album sebelumnya komersial yang telah mengalami,serta menjadi kritis diakui: Blink 182  lebih "dewasa"dari terlihat di masa lalu,dengan menanamkan unsur-unsur percobaan yang  biasanya pop punk, terinspirasi oleh perubahan gaya hidup (anggota band semua menjadi ayah sebelum album ini dirilis) dan proyek sampingan ( Box Car Racer dan Transplantasi ).
Ketegangan muncul antara anggota band.DeLonge menyatakan keinginannya untuk membatalkan tur dan menangguhkan setengah tahun dari tur di akhir 2004,dan band ini secara resmi mengumumkan "istirahat" pada Februari 2005.DeLonge membentuk Angels & Airwaves sementara Hoppus dan Barker terus bermain musik bersama-sama di "+44".
Box Car Racer (2002-2003)
Box Car Racer adalah proyek sampingan dari dua anggota band Blink 182,yaitu gitaris Tom DeLonge dan drummer Travis Barker.DeLonge membentuk Box Car Racer untuk bereksperimen dengan ide-ide dan catatan dia merasa tidak "Blink-friendly",bersama dengan Travis Barker.David Kennedy dari Hazen Street ikut melengkapi band dan sebuah album self-titled di rekam.Walaupun Tom menangani tugas bass,band menyewa teman Kennedy Anthony Celestino untuk tur.Para tamu di album termasuk Mark Hoppus dari Blink 182 pada lagu "Elevator",dan Tim Armstrong dari Rancid.Tim Armstrong vokal dengan Tom dalam lagu "Cat Like Thief".Box Car Racer bubar pada tahun 2003 setelah DeLonge Dan Barker kembali ke studio dengan Mark Hoppus untuk memulai rekaman album baru mereka Blink 182.
Angels & Airwaves (2005-sekarang)
Tom DeLonge adalah vokalis dan gitaris utama untuk Angels & Airwaves, sering di kenal sebagai AVA (Dinamai setelah anaknya, Ava).Anggota-anggota lain di band ini termasuk teman SMA, mantan gitaris Hazen Street dan gitaris Box Car Racer David Kennedy; pada drum Rocket mantan dari Crypt dan drummer The Offspring Atom Willard, dan mantan bass 30 Seconds to Mars Matt Wachter.AVA dipengaruhi oleh sejumlah band seperti U2,Pink Floyd,dan The Cure.Mereka merilis album debut mereka We Don't Need To Whisper pada 20 Mei 2006.Pada tanggal 23 April 2007,diumumkan bahwa Ryan Sinn tidak akan bermain di konser Free Earth Day di kampus MIT karena kesulitan dalam band.Ia kemudian digantikan dengan mantan bassis 30 Seconds to Mars Matt Wachter.Album kedua full-length yang berjudul I-Empire debut di Billboard 200 Chart di No 9 dan terjual 66.000 kopi dalam minggu pertama.
Pada tanggal 21 Juni 2008,DeLonge meluncurkan Modlife,situs jaringan sosial dan sistem operasi online untuk musisi,blogger dan bisnis.Tujunnya adalah untuk "memperbaiki" industri musik.Band ini kemudian merilis sebuah film dokumenter yang melibatkan musik mereka, berjudul Start the Machine.
"LOVE" adalah album studio ketiga oleh Angels & Airwaves, yang secara resmi dirilis secara gratis di seluruh dunia pada tanggal 14 Februari 2010 setelah tertunda pada Natal 2009.Album ini telah didownload lebih dari 500.000 kali dalam 48 jam pertama peluncurannya.Sebuah film,berdasarkan album LOVE, juga sedang diproduksi oleh band.Delonge dinyatakan pada Modlife bahwa mungkin ada kemungkinan Fall 2010 rilis film di The Sundance Film Festival.Film ini juga akan disebut LOVE.
Pada tanggal 14 Juli 2010, Tom mengumumkan secara pribadi Modlife update modcam bahwa band ini akan merilis album keempat mereka yang berjudul LOVE : Part II mendatang,bersama dengan film LOVE di musim semi 2011.Album ini ditentukan untuk rilis awal Maret 2011.
Peralatan Musik
Fender Guitars bekerja sama dengan DeLonge untuk menciptakan Tom DeLonge Stratocaster (gitar signature) yang terdiri dari badan alder yang kokoh dilengkapi dengan Seymour Duncan Invader Bridge pickup tunggal. Hal itu dikendalikan oleh tombol volume tunggal menambah desain sederhana.Pada awalnya Stratocaster itu dilengkapi dengan sistem tremolo 2-Point Amerika dan kemudian digantikan oleh sebuah hardtail bridge.neck itu terbuat dari maple solid dengan fretboard rosewood, meskipun ada beberapa kebiasaan Stratocaster yang dilengkapi dengan fretboards maple.Neck 1970's "CBS" headstock termasuk besar.
Pada tahun 2002, tur sementara dengan Box Car Racer,Tom mulai bekerja sama dengan Gibson untuk menciptakan model baru Signature.Ia mulai dengan menggunakan standar Gibson ES-335 dengan semua tapi tombol bridge volume dihapus, dan bridge pick-up diganti dengan Seymour Duncan Invader bridge pick-up. Gitar ini akhirnya ditutupi dengan stiker yang berbeda,termasuk stiker band dan stiker pakaian dari Atticus, Macbeth Footwear dan Famous Stars and Straps.Gitar ini dapat dilihat di foto live Box Car Racer dan dalam video studio untuk Album Untitled.Dalam salah satu video,sebuah prototipe untuk tanda tangannya terlihat bahwa mencakup garis oranye bukannya krim dengan headstock oranye pencocokan dan tombol volume logam.Pada tahun 2003,model Gibson dirilis Tom DeLonge Signature ES-333,yang hanya tersedia sejak rilis di Brown dan Cream, dengan Natural neck dan headstock.Seiring dengan Gibson signature,Tom juga menggunakan Fender Jaguar ketika live,seperti yang terlihat dalam sesi AOL dengan lagu "Obvious".Tom DeLonge Signature dimulai dengan desain tubuh klasik Gibson semi-hollow dan kemudian meluas ke punk rock dengan pickup yang overwound 'Dirty Fingers' humbucking.Ini tebal,nada terdistorsi adalah suara  tangan DeLonge Blink-182's band.Pada album Angels & Airwaves,We Don't Need To Whisper dan I-Empire Tom telah menggunakan Gibson ES-333 untuk semua live.Namun,ia memiliki sejumlah gitar tur, yang telah dibuat dalam beberapa kombinasi warna yang berbeda, termasuk matte hitam dengan garis racing hitam, alam dengan garis racing hitam dan putih dengan garis racing hitam. Karena Blink 182 reuni,ia telah terlihat menggunakan gitar aslinya coklat dan krim (yang kini telah di semprot sebuah 'logo smiley' Blink 182-dicat ke tubuh),gitar alami dan hitam (yang kini telah disalahgunakan dengan luka bakar,luka,dan stiker), dan sebuah gitar hitam dan putih baru (yang dibuat oleh Baratto), yang merupakan versi Baritone kebiasaan standar gitar signature-nya, dibuat untuk memainkan lagu "Obvious" dan lagu-lagu lainnya.Epiphone memiliki sejak keluar dengan versi biaya yang lebih rendah dari gitar Tom DeLonge,diproduksi di luar negeri,tapi pas dengan Dirty Fingers sama humbucker .
Dari sangat awal dalam karier Blink,Tom telah menggunakan Mesa Boogie Triple Rectifier amp head dan Marshall JCM 900 amp head bersama dengan Mesa Boogie dan Marshall cabs untuk live.Ketika karirnya maju,Tom mulai menggunakan intricate rack system bersama dengan tiga pencocokan 4x12 dan tiga 2x12 Mesa Boogie cabs.Rack system masih memanfaatkan Mesa Boogie Triple Rectifier amp head,tetapi juga termasuk Mesa Boogie 2:90 power amp dan preamp Triaxis,Marshall EL34 power amp dan JMP-1 preamp dan Voodoo Labs GCX Audio Switcher,semuanya dikontrol melalui footswitch Custom Audio Electronics midi (Rak menghentikan penggunaan kepala JCM 900 Marshall amp).Rack system juga termasuk Furman power conditioner dan unit Shure nirkabel.
Untuk Angels and Airwaves,Tom memanfaatkan rack system yang sama minus Mesa Boogie Triple Rectifier tetapi juga termasuk TC Electronic G-Force efek unit serta dua Palmer PGA-04 simulator amp (satu untuk preamp Triaxis dan satu untuk preamp JMP-1).
Untuk Blink-182, Tom sekarang menggunakan dua Fender '65 Twin Reverb Amps untuk membersihkan dan dua VOX AC30H2 Amps untuk distorsi.Untuk Angels and Airwaves,dia menggunakan ampli yang sama tetapi hanya satu dari masing-masing,sedangkan yang kedua gitaris David Kennedy menggunakan dua lainnya.
Tom telah mulai menggunakan sebuah rig synth dan osilator untuk live, selama Angels and Airwaves LOVE Tour. rig synth-nya, bersama dengan efek rig gitarnya, kini dibangun menjadi sebuah custom tower rack system,di atas panggung.Tom juga sekarang menggunakan sistem yang sama untuk Blink 182,dan memainkan / sampel sebagian besar synth dan efek untuk lagu-lagu live mereka.
Kehidupan Pribadi
Tom Delonge dan Jennifer Delonge menikah Mei 2001.Saat ini dia tinggal bersama istrinya Jen, anak perempuan Ava Elizabeth (lahir 15 Juli 2002) dan anak laki-laki Jonas Rocket (lahir pada tanggal 16 Agustus 2006), Jerman Sheperd Grey, dan Labrador Retriever Chloe di Rancho Sante Fe California,. Dia adalah pemilik Macbeth Footwear , yang didirikan dengan Mark Hoppus (yang sejak menjual saham di perusahaan). DeLonge telah menjual saham di Atticus Clothing,yang didirikan bersama dengan Mark Hoppus dan teman yang lain.


Admin E
»»  READMORE...